Minggu, 13 Juni 2010

Selamat jalan Rizky..

Innalilahi Wa Inailaihi Roji'un..


Sesuatu yang tidak disukai orang di dunia ini..mungkin berita duka. Dan hari ini berita duka itu menghampiri saya. Sebuah berita berita duka dari Trenggalek.


Rasanya masih hangat waktu ibu telpon tadi pagi, waktu saya sedang ngopi pagi-pagi di loteng kos.


"Rizky anaknya mbak Tin meninggal" begitu kata ibuk via telpon. Saat itu saya cuma bisa melongo. Rasanya kaget, dan masih mencoba mencerna apa yang barusan dibilang ibuk. Saya jarang dengar kabar tentang dia, sekalinya dapat kabar, berita bahwa dia meninggal.  Yang bener buk? Ada apa buk? Kenapa buk? Kok bisa? rentetan pertanyaan itulah yang bisa saya katakan.
Saya baru mengerti dan mencoba percaya bahwa dia memang udah ngga ada setelah ibuk cerita semua dan detailnya.


Rasanya sedih sekali.
Rizky adalah salah satu saudara saya.  Rizky itu anaknya Mbak Tin, dan Mbak Tin itu anaknya sodaranya Bapak. 


Saya masih kaget sampai sekarang. Di usianya yang masih 14 tahun, hari ini Rizky dipanggil oleh Yang Kuasa. Menurut informasi dia sakit batuk, dan radang tenggorokan seminggu yang lalu. Rizky ..rasanya masih ngga nyangka. Dia anak yang cantik, cerdas dan bisa dibilang dewasa untuk anak umur 14tahun (mungkin gara-gara dia anak pertama dan adiknya banyak). Lama juga  ngga ketemu dia, terakhir ketemu, hari raya 2 tahun lalu. Maaf Rizky Hari Raya tahun lalu kita ga ketemu ya? Maaf ya.....


Walaupun jarang ketemu, walaupun kenal dia hanya sekedarnya, tapi saya punya kenangan tersendiri tentang dia. Ingat banget waktu kecil saya pernah  punya sandal warna putih bergaris merah, dengan hiasan miki mouse di atasnya. Waktu diajak ibuk main ke rumah Rizky, itu anak kecil nempel-nempel saya terus, sambil senyum-senyum najong khas anak kecil. Ya saya ngajak dia main.  Ternyata Rizky nempel-nempel saya  suka sama sandal Miki mouse saya. 
Dan dia selalu nanya ke Mb Tin "Mbak Dila mana, Mbak Dila mana?" , kalo saya ngga main ke rumahnya. Soalnya dia seneng liat sandal miki mouse itu. Jadi dia seneng liat saya gara-gara saya pake sandal miki itu.  


Akhirnya sandal itu saya  kasih ke dia, ibuk bilang " Nanti kamu dibeliin lagi, yang ini dikasih Rizky yo nduuk..". :(


2 tahun lalu pas hari raya, waktu itu dia kelas 2 SMP, dia main ke rumah dan kita bikin bakso bareng. Cuma itu potongan kenangan tentang Rizky, yang saya ingat banget. Karena sibuk sekolah dan sebagainya aku jarang main ke rumahnya, beberapa informasi yang saya tau tentang dia, yang saya dengar dari Ibuk adalah Rizky itu pintar nyanyi, suaranya bagus. Waktu SMP dia sering ditunjuk nyanyi di lapangan Kecamatan pas perayaan hari kemerdekaan, dan ikut lomba-lomba qosidahan.


Begitulah hidup, semua yang hidup pasti akan mengalami mati. Mungkin hari  ini kita masih bisa bernapas..tapi besok dan besoknya lagi semua hal bisa terjadi. 


Rizky..
maafin  aku ya..
Yang jarang main ke rumahmu
jarang liat gimana keadaan kamu..
maaf ya..
semoga kamu tenang di sana..
semoga Allah menerima kamu di sisi-Nya yang paling nyaman
semoga kamu tenang di sana Rizky
kita semua sayang sama kamu..







































                                                                          
                                                                                                    "..keceriaanmu akan selalu aku ingat rizky.."

Senin, 17 Mei 2010

K.O.M.A (tempat saya belajar nulis)

#nulis-dunia tanpa KOMA#

         Saat memutuskan mengambil pilihan studi Ilmu komunikasi,jujur ga pernah terbayangkan mau belajar apa saya nanti di situ. Parah. Memang, tidak patut di contoh, memang. Tapi, setelah jadi mahasiswa komunikasi selama beberapa bulan (walaupun termasuk palajar yang tidak jelas, baik dari muka dan tingkah laku). Gambaran tentang komunikasi semakin jelas. Yang jelas Bu Mur itu Dosen PIK plus Terkom, KPS itu ada di lantai 2 FISIP Unair, dan Bu Rachma  Ida itu Kepala Departemen (betul tidak??commers?). Oke kembali ke topik. Di sini (baca: studi komunikasi) ternyata hal yang saya sukai yaitu NULIS (nulis apa saja, tapi saya ga suka nulis puisi, cerpen, apalagi pelajaran, hehe ya saya memang malas nulis tapi hobi saya nulis. nulisin tembok) sangat diperlukan. Saya jadi ingat dulu pas masa-masa PPKMB (sejenis kegiatan MOS gitu)  Pak Bagong Suyanto, Dosen Sosiologi yang kebetulan jadi pembicara di situ berkata, ingat banget aku sama kata-katanya yang ini :

"Bekal mahasiswa Fisip itu adalah MENULIS, menulis dan terus menulislah, dan temukan keajaibannya"

bagi orang lain mungkin kata-kata ini biasa, tapi bagi saya kata ini menginspirasi saya sekali. makasih Bapak, gara-gara Bapak ngomong begitu saya jadi semakin semangat menulis, menulisi tembok-tembok kos saya  hahaha. 
Yaa, di Komunikasi skilll menulis itu perlu, apalagi yang ngambil Jurnalistik. Jadilah saya jadi punya cita-cita jadi jurnalis. Dan sebagai permulaan, iseng-iseng saya ikut klub jurnalistik yang ada di kampus saya. KOMA, itulah nama klubnya dan nama majalahnya. Di sini saya sama beberapa ekor teman seangkatan saya (syesa, muarif, glori, gimon, taanjung, fia, harits, dinda) bergabung jadi reporter yang menerima wangsit dari para kakak-kakak senior kami untuk wawancara dan menulis liputan. Edisi 1 KOMA sudah keluar 2 minggu lalu, :D ada rasa senang tersendiri mendapati tulisan kita terpampang dan dibaca orang lain.  Dan sekarang saya sedang pusing, Uooooo soalnta artikel saya untuk edisi selanjutnya belum kelar semua. HAHA tapi ada asiknya. Gara-gara KOMA ini kita jadi sering mondar-mandir ke KPS (Kantor Program Studi), kantornya para dosen dan staff untuk wawancara. Hmm harapanku sih semoga dengan ikut  klub ini, kemampuan menulisku  bisa berkembang dan pengalaman berhadapan dan interview orang bisa nambah. Yakin deh, suatu saat akan berguna, untukku dan msa depanku. HIDUP NULIS. HIDUP KOMA> HIDUP JURNALISTIK.

Thomas Cup

Thomas Cup 2010

       Perhelatan Thomas Cup 2010 dengan tuan rumah Malaysia berakhir kemarin (16/5). Walaupun tim thomas Indonesia harus menelan kenyataan bahwa si Thomas Cup ini diboyong lagi ke China (jadi pengen garuk-garuk tanah), kita sebagai bangsa Indonesia yang besar dan menghargai para pahlawan (jadi kayak pidato) harus tetap memberikan  penghargaan tinggi kepada Hendra Setiawan, Markis Kido, Simon Santoso, dan kawan-kawan yang telah berjuang di Thomas Cup. Harus diakui tim China memang tampil prima di partai final kemarin. Tapi tetap saja Indonesia yang terbaik . Hhe unsur nasionalisme tetap nomor 1. Bulutangkis di Indonesia memang ga ada matinya. Dan pemain favorit saya dan jagoan saya di Thomas Cup kemarin tetap.. Ganda Markis Kido Hendra Setiawan, paling saya nanti-nantikan permainan mereka. Kenapa? Karena saya senang sekali melihat kedua pemain ini bermain, bermain badminton pastinya. Kenapa? Karena pemain inilah yang dalam bermain terlihat penuh passion untuk menang, semangat dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk menang, selain itu mereka juga memiliki kepercayaan diri, dan ekspresif (semangat 45) . Yang nonton jadi semangat dan geregetan (ya paling tidak, kemarin sore itu saat mereka main saya dan kostmate saya jadi tarzan masuk kos, tereak-tereak, jerit-jerit histeris di kamar kos) habis seru sih. They're so cool. Pemain lain juga cool dan bagus. Taufik Hidayat,  kemampuan? Hmm sudah tidak bisa diragukan lagi, tapi dalam bermain terkesan tidak semangat dan tidak punya motivasi. Simon Santoso, bakat muda yang tentu saja masih bisa berkembang. Pemain yang awalnya tidak terlalu diunggulkan ini, di Thomas Cup kemarin berhasil membetot perhatian, setelah berhasil unggul di set pertama saat melawan Chen Jin di Partai final. Tapi Simon akhirnya harus kalah di dua set terakhir. Dan Simon kalah dalam kepercayaan diri. Padahal Simon kemarin mainnya gud gud gud. Pokoknya HIDUP Tim Indonesia, rebut Piala Thomas dari China di tahun 2012 nanti. YEAHHH



 













Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008. 
Tuh tuh..mereka ekspresif kan??



Dan  di Olimpiade Beijing tahun 2008  Ganda Markis Kido/Hendra Setiawan 
berhasil menyabet medali emas, 
setelah mengalahkan pasangan China Fu hai Feng/Cai Yun di partai final. 
Sayangnya di Final Thomas Cup kemarin Markis/Hendra kalah dari pasangan tersebut.

Sabtu, 13 Maret 2010

Tips kecil memilih perguruan tinggi atau prodi yang tepat



Sekadar cerita,
Dari sebuah percakapan yang ngalor ngidul dan gak jelas, terkadang kita bisa menemukan suatu hikmah. Percakapan itu ga perlu terkonsep, free style aja... mengalir, sampai tiba suatu titik percakapan itu bermakna. Seperti tadi pagi saat si Gustaf Wijaya (teman sekecamatan, dan se SMA yang sekarang kuliah di Unesa) main ke kos. Gustaf, aku, dan citrina (temen kosku, temen Se SMA juga) ngobrolah kita ngalor ngidul..
Intinya saling berbagi pengalaman gimana kuliah masing-masing, mulai dari kebaikan dan keburukannya. Dan kesimpulannya
: Banyak orang yang baru bisa menentukan sebenarnya dia cocok di Prodi apa, setelah paling tidak 1 tahun menjalani masa kuliah :
Ada yang tetap bertahan pada pilihannya (prodinya) atau universitasnya, tapi banyak juga yang merasa tidak cocok dan memutuskan ikut SNMPTN lagi dan mengambil prodi lain atau universitas lain di tahun selanjutnya. Termasuk manakah teman2?? Sudah cocok dengan prodi sekarang? atau ingin pindah ke prodi lain?


Kenapa hal itu bisa terjadi? Ada banyak sebab, ada yang karena dulu kurang punya informasi dan referensi tentang prodi tersebut, atau masuk ke prodi itu karena paksaan orang tua, atau sudah mentok (tidak ada pilihan lain, karena ga keterima di prodi lain atau Universitas lain).

Ya-ha makanya untuk adik-adik yang sekarang masih kelas 3, bingung mau masuk universitas apa, prodi apa. Ehm mungkin aku punya beberapa tips.

Tips kecil memilih universitas atau prodi yang tepat

1. Sebelumnya, pikirkan dulu apa sebenarnya bakat dan minat kamu. Jangan ikut-ikutan teman, atau hanya pasrah pada anjuran orang tua.
2. Cari informasi dan referensi sebanyak-banyaknya tentang PTN-PTN maupun PTS-PTS dan program studi yang ditawarkan di Perguruan tinggi itu. Hidup BROWSING!!! hwehee
3. Jangan hanya mengandalkan web resmi dari perguruan tinggi yang ingin dituju, tapi carilah info dari kakak kelas atau kenalan, om, tante, kakek, nenek yang kuliah di situ. Tentang bagaimana sebenarnya keadaan di dalam perguruan tinggi itu...
4. Apabila ingin memilih suatu program studi, misalnya : prodi Ilmu Komunikasi. Maka carilah banyak info tentang prodi itu, apa saja yang dipelajari, mata kuliahnya apa saja, prospek ke depannya bagaimana, dll. Kalau bisa cari infonya ke kenalan, bisa kak kelas yang masuk prodi tersebut.
5. Jangan memilih prodi hanya berdasarkan  "Waaahhh kelihatannya keren!", "Waah...passing gradenya tinggi...kere tuh kalo bisa masuk", "Wahhhhh pacarku masuk universitas itu, aku juga harus ke situ!!. NO IT'S A BIG NO NO!!! Akibatnya bisa fatal kalo ternyata kamu ga cocok di situ .
5. Berdoa
6. Mintalah petunjuk kepada Allah


Jadi, tetap berpikir logis dalam mengambil setiap keputusan ya...
mungkin tips ini walopun ga lengkap dan mungkin juga ga bagus, mungkin bissa dipertimbangkan.!!

Ya-ha ^^ salam anak desa di kota!


...university...